Selamat Datang

Selamat datang di blog saya, setelah sekian lama saya tinggalkan, rasanya rindu sekali untuk berbagi pengalaman dan berbagi ilmu.

Sudah 6 bulan lebih saya tidak aktif di blog, itu di karenakan kesibukan saya kerja, kuliah, dan berjualan online/offline. Sekarang saatnya saya berbagi dengan teman - teman.

Disini saya menambahkan produk - produk yang saya jual, semoga produk yang saya jual ini bisa memenuhi keinginan anda, yang mungkin anda sebelumnya belum pernah anda temukan

Rugi kalau tidak berkunjung ke Link ini

  1. Peluang Usaha Es Cream MR COOL dan CAPINOS
  2. Simpan dan download file dengan KewlShare dapet duit
  3. Cara mudah menyimpan data dengan Ziddu
  4. Solusi mendapatkan Penghasilan
  5. Bisnis Pulsa
  6. Wirausaha Online modal Rp. 0,-
  7. Cari Jodoh???
  8. Jual Mobil
  9. Menjual Properti
  10. Hp sebagai mesin pencari uang
Selamat berbelanja ....... Salam Sukses

bisnis online Pusat Produk Bisnis Online Toko Baju bali Online1111

Kamis, April 07, 2011

POLISI GORONTALO (BRIPTU NORMAN) di Panggil KAPOLRI


Brigadir Satu Norman Kamaru yang menghebohkan dunia maya dengan goyangan ala Indianya, bertolak menuju Jakarta untuk bertemu dengan Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo. Saat ini, Norman yang ditemani Komandan Satuan Brimob Polda Gorontalo AKBP Anang Sumpena tengah transit di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar.
"Pemanggilan Kapolri tidak jauh dari soal video Norman," kata Anang, Kamis 7 April 2011. Sebagai bawahan, tambahnya, mereka pasti memenuhi panggilan tersebut.

Saat ditanya agenda pemanggilan, Anang mengaku belum tahu secara detail. "Kami akan tahu saat bertemu Kapolri, besok," tambahnya.

Sebelumnya, Kapolri Timur Pradopo mengatakan Kepolisian tidak memberikan sanksi kepada Briptu Norman Kamaru karena berjoget ala bintang India Shah Rukh Khan. Aksi Norman itu menjadi populer karena diunggah di Youtube.

"Kalaupun Kapolda memberi sanksi, itu mendidik," kata Kapolri.

Kapolri pun tertawa saat ditanya wartawan mengenai aksi Norman. Tapi, Kapolri mengaku belum melihat secara langsung aksi Norman yang meledak di internet itu. "Hanya disampaikan teman-teman. Katanya sih bagus."

Briptu Norman Kamaru sendiri mendapat hukuman ringan dari atasannya di Brimob Polda Gorontalo. Di hadapan teman-temannya, Norman hanya diminta mengulang aksinya, seperti video yang diunggah di Youtube tersebut.

Selain mengulang aksi lipsync lagu "Chaiya-Chaiya", Norman pun dengan fasihnya menyanyikan lagu India lain. Teman-teman Norman bahkan ikut memberikan sahutan dalam aksi Norman itu.

SUMBER : http://nasional.vivanews.com/news/read/213494-briptu-norman-kamaru-dipanggil-kapolri

Facebook : Satu Juta Mendukung BRIPTU NORMAN KAMARU








Youtube :

Chhaiya Chhaiya (Dil Se)/ Sharuk khan






Chhaiya Chhaiya (Dil Se)/ BRIPTU NORMAN




BRIPTU NORMAN KAMARU DIBERI HUKUMAN MENYANYI





Download Chhaiya chhaiya MP3 


Download O Dholna MP3 

Blogger Templates


Senin, September 14, 2009

Jangan melibatkan anak dlm pertengkaran suami istri


Pertengkaran suami istri memang wajar terjadi, ada yang bilang pertengkaran itu adalah bumbu-bumbu cinta. Namun kita lupa dengan sang anak yang ikut terlibat dalam pertengkaran tersebut. Secara tidak sengaja kita mengajarkan kekerasan pada anak.
Kemarin saya terima email mengenai hal ini. katanya kisah nyata sih, apa isi email saya?

Sebuah kisah nyata pertengkaran hebat suami istri yg gak sepantasnya dicontoh...apalagi melibatkan anak2 ... mohon dijadikan pelajaran..
Begini ceritanya..
ratna adlh seorang ibu rumah tangga yg selalu setia pd suaminya..dia selalu menunggu kedatangan suaminya pulang dr kantor utk menyambutnya dgn cinta dan kasih sayang suatu hari, ratna ingin memasakkan makanan istimewa utk suaminya..dia menelpon Handphone sang suami utk menanyakan apa makanan yg diinginkan nya hr ini.. Aahh...ternyata pulsa ratna habis... dia berteriak pd tono, anaknya yg lagi maen PS di lantai atas.. Ton...tolong telponin HP Papa mu, pulsa mama habis nih...bilang Papa, "Mama nanyain mo makan apa papa hari ini..." iya ma..." jawab tono...
Tak lama kemudian tono turun...udah 3 kali tono telpon..papa gak jawab ma..yg jawab malah cewek" ujar tono.. muka ratna merah padam..tapi dia berusaha menahan kemarahan di depan anaknya.. ya sudah kamu naik ke atas" katanya.. sore sang suami pulang.. tanpa ba...bi...bu...ratna lsg memukulnya dengan sapu di rumah.. tanpa ampun.. sang suami berteriak teriak kesakitan... ratna tdk peduli lagi , kemarahannya memuncak.... para tetangga berdatangan dan melerai... pak RT juga datang.. setelah disabarkan.. ratna menanyakan pada suaminya..siapa wanita yg diselingkuhinya.. sang suami membantah...mereka saling tuduh.. Akhirnya tono dipanggil. "Ini saksinya..anakmu...3 kali dia menelpon hpmu...yg jawab pelacurmu itu.." ujar ratna kasar... Bilang ton....apa bener kamu denger cewek ngangkat hp papa... !!!!" ??? i..i..i..yaaa.. pa... Hahh...bohong kamu,...!!!!!!.. emang cewek itu bilang apa ?"....????? Di..di....di..aa bilang...: nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar servis area..cobalah beberapa saat lagi...."


Selasa, Maret 10, 2009

Tradisi Omed omedan




Tradisi UNIK USAI PERAYAAN NYEPI



Download >>>>>

Omed omedan Pengemar treveling ..apa kabar? Semoga selalu dalam keadaan sehat….Dalam perjalanan wisata kali ini, kita akan jalan jalan ke wilayah sesetan denpasar-Bali. Untuk menuju ke sesetan tidak begitu jauh dari pusat kota denpasar, yakni sekitar 7 kilometer kearah selatan. Di sesetan, setiap pergantian Tahun Caka ada tradisi unik yakni Omed omedan.



Ditengah aktifitas kota Denpasar yang modern ternyata masyarakat masih menyimpan tradisi secara turun-temurun, salah satunya yakni Omed-omedan yang dilaksanakan di Banjar Kaja Kelurahan Sesetan Denpasar Selatan. Omed-omedan dilaksanakan sehari setelah hari raya Nyepi atau disebut dengan Ngembak Geni.

Namun pemandangan berbeda segera terlihat begitu mendekati Hari Raya Nyepi. Sebuah kegiatan yang berlangsung setiap tahun dan sangat dikenal masyarakat luas, dilaksanakan setiap Ngembak Geni, sehari setelah Hari Raya Nyepi, yaitu Omed-omedan. .

Salah satu orang yang paling dicari terkait tradisi ini adalah I Gusti Ngurah Oka Putra, sesepuh/tetua Banjar Kaja. Sejumlah informasi mengenai asal-usul tradisi ini didapat, Tidak ada bukti tertulis yang memastikan kapan tepatnya tradisi ini mulai berlangsung. Yang sering dijadikan sebagai acuan adalah abad ke 17, meskipun tradisi ini bahkan bisa telah berlangsung jauh sebelum itu.

Sekitar pukul 15.00, Sekaa Teruna Satya Dharma Kerthi, Banjar Kaja Sesetan, berkumpul di halaman bale banjar. Mengawali tradisi unik ini, anggota sekaa teruna melakukan persembahyangan bersama mohon keselamatan atau kerahayuan kepada Ida Batara, sasuhunan yang berstana di Pura Banjar Kaja Sesetan.
Med-medan berasal dari kata omed-omedan yang artinya saling tarik. Sesuai namanya,tradisi unik ini yang diikuti puluhan teruna dan teruni itu diwarnai tarik-menarik. Para peserta yang mengenakan pakaian adat madya secara bergiliran dipertemukan dengan calon dari kelompok masing-masing untuk saling tarik dan berciuman.
Nah..bagi anda yang tertarik untuk mengikuti omed omedan sebaiknya tahan dulu…karena omed omedan hanya dapat dilakukan bagi teruna teruni banjar Kaja saja…
Sebelum omed omedan dimulai, jalan menuju ke Banjar sesetan di ditutup sejenak, konsentrasi selanjutnya tertuju pada jalan di depan BanjarKaja Sesetan.
Nah sebelum omed omedan dimulai, jalan di depan banjar terlebih dahulu dibasahi, dan tak lama kemudian omed omedan akan segera dimulai….
omed omedanPuluhan orang membagi diri menjadi dua kelompok -- barisan laki-laki dan barisan perempuan.
Barisan laki-laki menuju arah utara dan perempuan arah selatan jalan. Ketika barisan sudah saling berhadapan, masing-masing kelompok menunjuk salah seorang anggota yang akan dipertemukan dengan lawan jenisnya. Setelah semuanya sepakat, kedua barisan memutar sekali, lanjut mempertemukan kedua pasangan tersebut.
Di situlah letak keunikannya. Sebelum berangkulan, mereka omed omedan atau saling tarik beberapa saat. Ketika sudah saling berpegangan atau berangkulan, pasangan itu kemudian diguyur air hingga basah kuyup.
Suasana gembira pun tercipta ketika peserta saling berhadap-hadapan untuk kemudian saling tarik. Apalagi jalannya acara itu dimeriahkan dengan riuhnya gamelan bleganjur, suasana pun tambah sumringah. Jalannya acara yang berlangsung sekitar dua jam itu mendapat apresiasi dari masyarakat.
Omed omedan ini dulunya merupakan kebiasaan, tetapi sekarang disakralkan. Pada zaman penjajahan Belanda, med-medan ini juga pernah dilarang. Akan tetapi krama Banjar Kaja tetap melaksanakan secara sembunyi-sembunyi. Dulunya, med-medan selalu dilaksanakan pada saat Nyepi. Namun, sejak tahun 1979 ada pengumuman dari pemerintah bahwa pada hari raya Nyepi tidak diperkenankan mengadakan keramaian. Maka, tradisi unik ini akhirnya digelar sehari setelah Nyepi yakni pada ngembak geni-nya.


Med-medan juga sempat ditiadakan, tetapi peristiwa aneh pun terjadi. Dua ekor babi yang tidak diketahui asal-usulnya berkelahi di halaman pura banjar. Perkelahian dua babi itu sangat lama hingga keduanya mengeluarkan darah. Anehnya, babi-babi itu pun menghilang tanpa jejak. Sejak adanya peristiwa aneh itu, maka hingga sekarang med-medan pun selalu digelar.

Penggemar treveling, jika anda sedang berliburan menikmati kesunyian Pulau Bali, tidak ada salahnya keesokan harinya anda jalan jalan ke wilayah sesetan, denpasar.

Salam treveling …

(http://balitv.tv/btv/content/view/994/37/)


Ogoh - ogoh


Salah satu keunikan dibali pada saat pengerupukan ( sehari sebelum puncak hari raya nyepi ) adalah, pawai ogoh ogoh.

Pengerupukan adalah sebuah aktivitas untuk mengusir bhutakala (setan). Umumnya umat Hindu di Bali melakukan prosesi ini dengan cara memukul berbagai alat yg bisa mengeluarkan bunyi berkeliling rumah sambil membawa api. Biasanya sih dipakai kaleng-kaleng bekas. Suara gaduh yg ditimbulkan akan mengundang para bhutakala untuk berkumpul karena dipikirnya ada pesta. Saat itulah kita akan membakarnya dgn api yg sudah disiapkan dari daun kelapa yg kering. Sebenarnya prosesi ini memiki makna membakar semua nafsu jahat yg ada pada diri manusia sehingga pada saat Nyepi kita bisa lahir kembali menjadi manusia yg suci dan baik.

CUPLIKAN OGOH OGOH 2008 DI KUTA


Ogoh-ogoh sendiri mulai diperkenalkan sekitar th 1993.Entah darimana inspirasinya, secara spontan anak-anak muda di Denpasar mulai membuat sebuah patung besar berbentuk binatang dari rangkaian bambu yg dihias, kemudian diarak keliling desa saat pengerupukan. Mendapat sambutan yg positif dari masyarakat luas, ogoh-ogoh pun berkembang dari tahun ketahun. Design ogoh-ogoh yg dulunya binatang, kini sudah berkembang menjadi bentuk raksasa, tokoh pewayangan, sampai tokoh kartun & pemain bola. Nilai artistiknya-pun tidak main-main, benar-benar bagus (seniman Bali gitu loh). Akhirnya mulai th 1998 ogoh-ogoh diperlombakan. Ironisnya, hadiah bagi pemenangnya cuman 1.5juta tidak sebanding dgn biaya membuat ogoh-ogh yg mencapai puluhan juta. Tapi semangat anak-anak muda Bali untuk berkarya tidak pernah pudar.



BERGBAGAI MACAM OGOH OGOH
Ogoh Ogoh Pictures, Images and Photos

Ogoh Ogoh Pictures, Images and Photos

Ogoh Ogoh Pictures, Images and Photos

My Awesome Photos Pictures, Images and Photos

My Awesome Photos Pictures, Images and Photos

Og-Og-04 Pictures, Images and Photos

Dan masih banyak lagi yang lainnya


Makna Etika Upacara Nyepi Untuk Pengendalian Diri


Agama Hindu untuk umat manusia yang menganut ajaran pustaka Suci Weda yang diwahyukan oleh Sang Hyang Widhi, Agama Hindu juga mempunyai kerangka yang terdiri dari Tatwa (filsafat), Susila (etika), dan Upacara (ritual). Ketiga hal tersebut merupakan suatu kesatuan yang utuh tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya. Filsafat, etika dan upacara harus dipahami, dihayati, dan dilaksanakan agar tujuan agama Hindu bisa tercapai. Tujuan agama Hindu itu tiada lain, untuk mencapai kedamaian rohani dan kesejahteraan hidup jasmani. Dalam pustaka suci disebut dengan Moksartham Jagadhitaya Ca iti Dharma yang artinya dharma (agama) untuk mencapai moksa dan mencapai kesejahteraan hidup, moksa juga disebut juga mukti yang artinya mencapai kebebasan jiwatman atau kebahagiaan rohani yang langgeng (Upadesa: 2001, 5).

Bertitik tolak dari pengertian di atas semua tatanan hari raya agama Hindu mempunyai filsafat/makna, hari raya tersebut juga mempunyai etika dan juga upacara sebagai perwujudan filsafat tersebut. Dalam teori tindakan yang mengatakan bahwa nilai luhur menata sikap prilaku masyarakat, kalau dioperasional teori tersebut untuk membedah suatu hari raya Hindu, khususnya hari raya Nyepi juga mempunyai filsafat sebagai acuan untuk melaksanakan upacara penyepian dan punya etika (susila) sebagai pedoman yang baku untuk melaksanakan upacara penyepian. Hal tersebut berarti merupakan tatanan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam suatu hari raya Hindu termasuk hari raya Nyepi.

Hari raya Nyepi salah satu hari raya besar umat Hindu di Bali, filsafat (tattwa) dan susila (etika) yang menjadi acuan semua upacara hari raya Hindu di Bali. Nilai-nilai budaya Hindu yang diakui di dalam upacara yadnya termasuk upacara yadnya pada hari raya Nyepi merupakan suatu kekuatan spiritual yang dapat membentuk jati diri umat; sebagai wahana pengendalian diri dan dapat sebagai penguat integrasi umat manusia dalam arti yang sangat universal.

Hari raya Nyepi sebagai hari raya umat Hindu yang merupakan puncak identitas umat Hindu karena hari raya suci ini satu-satunya yang diakui sebagai hari libur nasional yang dimulai tahun 1983.

Hari raya Nyepi jatuh dalam satu tahun sekali tepatnya pada tahun baru saka. Pada saat itu matahari menuju garis lintang utara, saat Uttarayana yang disebut juga Devayana yakin waktu yang baik untuk mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Menurut lontar Sang Hyang Aji Swamandala yang menyatakan bahwa, Tawur (upacara) Bhuta Yadnya atau Tawur Kesanga sebaiknya diadakan pada tilem bulan Chaitra (Tilem Kesanga), sehari sebelum hari raya Nyepi dirayakan. Menurut tradisi yang berlaku di Bali, tata urut upacara Nyepi diawali dengan melasti ke Segara (laut), Ida Bhatara melinggih di Bale Agung (Pura Desa) selanjutnya dilangsungkan upacara Bhuta Yadnya (tawur Kesanga), Nyepi, dan sehari setelah hari raya Nyepi disebut Ngembak Geni. Tujuan dilaksanakan upacara Hari Raya Nyepi adalah dapat dilihat dari berbagai aspek-aspek sebagai berikut:

1. Aspek religius merupakan suatu proses penyucian bhuwana Agung dan Bhuwana Alit (Makrokosmos dan mikrokosmos) untuk mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan lahir bathin (jagadhita dan moksa) terbina kehidupan yang berlandaskan Satyam (kebenaran), Siwam (kesucian), Sundaram (keharmonisan, keindahan).
2. Membiasakan diri untuk melakukan tapa, yoga dan semadi bagi masing-masing pribadi umat, ini mengandung makna evaluasi perbuatan dalam setahun dan juga sebagai pengendalian diri.
3. Aspek sosial budaya merupakan wahana untuk integrasi umat, hal itu terlihat pada saat umat Hindu bersama-sama ngiring Ida Bhatara dari awal yaitu dari pura masing-masing terus nyejer di Bale Agung dan lanjut ngiring melasti. Disini nampak kekompakan masyarakat ngiring bersama-sama.

Dalam prosesi upacara diatas sudah nampak jelas tata susila (etika upacara) menata pelaksanaan seluruh proses tersebut. Berikut ini fokus bahasan pada tulisan singkat ini “Makna etika Hari Raya Nyepi bagi Pengendalian Diri” umat Hindu maupun umat lainnya.

Makna Etika Hari Raya Nyepi untuk Pengendalian Diri
Berdasarkan uraian di atas hari raya Nyepi yang datang setahun sekali yang merupakan identitas umat Hindu. Pada saat itu umat Hindu khususnya diajarkan untuk dapat melihat diri baik dan buruknya kerja yang dilakukan seseorang. Dalam Pustaka Suci disebutkan sebagai berikut : “Manusia lahir sendiri, sendiri juga ia akan mati, sendiri ia menikmati perbuatan yang baik, sendiri pula menikmati perbuatan yang buruk (Manawa Dharma Sastra,
IV. 240).

Mengacu pada isi sloka di atas yang mengandung makna, baik buruk kerja yang dilakukan oleh seseorang akan membentuk nilai pribadmnya. Weda menegaskan bahwa melalui kerja yang baik (subhakarma) manusia akan dapat menolong dirinya sendiri dan samsara untuk mencapai kebahagiaan abadi yang bebas dan proses kelahiran kembali (moksa).

Moksa merupakan moral-religius bagi umat Hindu untuk melaksanakan kerja yang baik (Subhakarma) dan menghindarkan perbuatan yang buruk (Asubhakarma) dalam kehidupan di dunia ini (Gabde; 2000).

Pada ajaran suci ada juga menyebutkan untuk memahami makna di atas yang dianalisis dan mantram di bawah ini yaitu : “Hyang Widhi hanya menyayangi orang yang bekerja keras” Reg Weda, IV, 33, 11). Mantram tersebut menyatakan bahwa Hyang Widhi menyayangi orang yang mau bekerja keras. Maka manusia yang ingin mendapatkan berkah dari Hyang Widhi Wasa harus bekerja keras sepanjang hidup ini.

Memaknai Hari R.aya Nyepi sebagai Pengendalian Diri
Seperti telah dijelaskan diatas, hari raya Nyepi merupakan peristiwa peralihan tahun icaka, pada saat itu masyarakat diharapkan merenung (mulat sarira) untuk melihat mana perbuatan baik dan mana yang buruk selama kurun waktu setahun. Menurut etika hari raya Nyepi hal tersebut teimplisit dalam catur Berata Penyepian adalah empat pedoman yang telah ditetapkan dan harus dilaksanakan oleh umat Hindu sebagai wujud pengendalian diri dan mawas diri dengan empat pedoman : amati Geni, amati Lelanguan, Amati karya, dan Amati lelungaan. Pelaksanaan keempat etika diatas mengandung makna sebagai berikut:

1. Amati Geni
Amati geni mempunyai makna ganda yaitu tidak melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan menghidupkan api. Disamping itu juga merupakan upaya mengendalikan sikap prilaku agar tidak dipengaruhi oleh api amarah (kroda) dan loba (serakah). Menurut Tattwa Hindu (filsafat) yang memaknai simbol Geni tidak disimbolkan sebagai kekuatan dewa Brahma yang sebagai pencipta. Penciptaan yang terkait dengan hasil pemikiran seseorang disini perlunya diadakan perenungan, apakah kita sudah menghasilkan pemikiran untuk kebaikan umat ataukah sebaliknya. Pernyataan tersebut terungkap dalam berbagai Pustaka Suci Hindu yang mengatakan bahwa “Keunggulan manusia sebagai mahiuk ciptaan Tuhan, terletak pada proses pemikiran seseorang yang dapat membedakan sikap prilaku yang baik dan buruk (Sarasamuscaya : sloka 82). Alat kendali proses berpikir yang paling utama menurut ajaran Hindu adalah keyakinan terhadap karma phala (Sarasamuscaya, sloka 74). Mengacu pada etika Berata Penyepian di atas sudah nampakpelaksanaan amati Geni merupakan suatu simbol pengendalian diri seseorang dalam bersikap dan berprilaku.

2. Amati Lelanguan
Amati Lelanguan yang dimaksud merupakan kegiatan seseorang untuk mulat sarira atau rnawas diri terhadap kegiatan yang berkaitan dengan wacika. Wacika adalah perkataan yang benar yang dalam beriteraksi dengan sesamanya maupun dengan Tuhan sudah dilaksanakan atau belum. Menurut tattwa Hindu dalam pustaka suci yang terungkap dalam Sarasamuscaya dan Kekawin nitisastra mengajarkan sebagai berikut :
(1) kata-kata menyebabkan sukses dalam hidup;
(2) kata-kata menyebabkan orang gagal dalam hidup;
(3) kata-kata menyebabkan orang mendapat hasil sebagai sumbu kehidupan; dan
(4) kata-kata menyebabkan orang memiliki relasi. Mengacu pada pemikiran diatas manusia Hindu telah diajarkan agar tetap melaksanakan wacika yang diparisudha yang antinya:
(a) proses interaksi sosial (komunikasi) tidak boleh berkata kasar,
(b) mencaci maki dan juga tidak boleh menyebabkan orang tersinggung dan menderita (Sarasamuscaya; Sloka 75),

Uraian di atas memberikan kita suatu pelajaran bahwa perkataan (wacika) yang diparisudha itulah yang patut dipahami dan menata sikap prilaku seseorang agar hidup ini aman dan bahagia.

3. Amati Karya
Amati Karya sebagai etika Nyepi yang bermaknakan sebagai evoluasi diri dalam kaitan dengan karya (kerja) merenung hasil kerja dalam setahun dan sebelumnya sudahkah bermanfaat bagi kehidupan manusia. Aktualisasi amati karya dalam konteks hari raya merupakan perenungan pikiran yang religius yang mengajarkan umat Hindu dalam evaluasi hasil kerja sebagai berikut, yaitu sisihkan hasil kerja untuk yadnya,
- untuk Hyang Widhi,
- untuk Resi,
- untuk Leluhur maupun
- untuk budhi.
Hal tersebut tertera dalam pustaka suci Atharwa weda III.24. 5 dan Sarasamuscaya Sloka 262, yadnya itu juga merupakan implementasi dari ajaran Tri Rna. Diajarkan pula melalui yadnya dapat terjadi proses penyucian diri manusia baik secara rohani maupun jasmani.

Amati karya bermakna ganda yang artinya tidak bekerja dan dimaknai sebagai kesempatan untuk mengevaluasi kerja kita apakah aktivitas kerja itu sudah berlandaskan dharma atau sebaliknya. Kerja yang baik (subha karma) dapat menolong manusia untuk menolong dirinya dari penderitaan. Kerja juga menyebabkan terjadinya Jagadhita dan merupakan tabungan moral bagi umat Hindu agar bekerja lebih gigih, tekun dan produktif. Berdasarkan uraian diatas ajaran suci Hindu memandang bahwa kerja sebagai yadnya dan titah Hyang Widhi; kerja dapat menolong diri sendiri dan kerja dapat menentukan identitasnya Aku bekerja, maka aku ada demikianlah yang diamanatkan oleh umat Hindu.

4. Amati Lelungaan
Amati lelungaan merupakan salah satu dari empat berata Penyepian yang berfungsi sebagai evaluasi diri dan sebagai sumber pengendalian diri. Amati lelungaan berarti menghentikan bepergian ke luar rumah, maka pada saat hari raya Nyepi, jalan raya sangat sepi. Dalam konteks yang lebih luas hal itu berarti suatu evaluasi diri. Evaluasi kerja hubungan dengan Tuhan; evaluasi kerja hubungan dengan sesama dan hubungan kerja dengan alam sekitar apakah hubungan tersebut sudah baik atau belum, sehingga kita dapat menilai hasil kerja kita se-obyektif mungkin. Mutu meningkat untuk kebaikan atau merosot, langkah selanjutnya bisa menentukan sikap. Diharapkan agar lebih memantapkan kualitas kerja untuk kualitas hidup manusia.

Simpulan
Berdasarkan uraian diatas, pembahasan mengenai Makna Etika Upacara Nyepi bagi Pengendalian Diri adalah sebagai berikut:

1). Hari raya Nyepi merupakan salah satu hari raya yang dapat digunakan sebagai penentu jati diri umat Hindu karena hanya hari raya inilah yang diikuti oleh pemerintah.
2). Catur Berata penyepian merupakan etika hari raya Nyepi yang dapat digunakan sebagai evaluasi diri ataupun pengendalian diri.
3). Aspek theologi hari raya Nyepi menupakan pengejawantahan dari moral religius umat Hindu yang mampu.
4). Catur Berata penyepian merupakan perenungan untuk evaluasi kerja kita minimal setahun dan mampu untuk pengendalian pikiran dan pengendalian diri.
5). Kemampuan untuk pengendalian diri berarti perlu suatu jalan untuk dapat mengatasi permasalahan hidup, jalan untuk penyucian manacika, wacika, dan kayika akhirnya mampu mewujudkan ”Jagadhita ya ca iti dharma.”•WHD. No. 482 Maret 2007.


Makna Etika Upacara Nyepi
Untuk Pengendalian Diri
Oleh: S. Swarsi Geria, Gianyar
(sumber : http://www.parisada.org/)


Makna Hari Raya Galungan dan Kuningan


Galungan adalah hari raya suci Hindu yang jatuh pada Buda Kliwon Dungulan berdasarkan hitungan waktu bertemu sapta wara dan panca wara. Umat Hindu dengan penuh rasa bhakti melaksanakan rangkaian hari raya suci Galungan dan Kuningan dengan ritual keagamaan. [ Oleh : I Nyoman Dayuh, (UNHI - Dps)]

Menurut lontar Purana Bali Dwipa disebutkan :

"Punang aci galungan ika ngawit bu, ka, dungulan sasih kacatur tanggal 25, isaka 804, bangun indra bhuwana ikang bali rajya".


Artinya:

"Perayaan hari raya suci Galungan pertama adalah pada hari Rabu Kliwon, wuku Dungulan sasih kapat tanggal 15 (purnama) tahun 804 saka, keadaan pulau Bali bagaikan lndra Loka".

Mulai tahun saka inilah hari raya Galungan terus dilaksanakan, kemudian tiba-tiba Galungan berhenti dirayakan entah dasar apa pertimbangannya, itu terjadi pada tahun 1103 saka saat Raja Sri Eka Jaya memegang tampuk pemerintahan sampai dengan pemerintahan Raja Sri Dhanadi tahun 1126 saka Galungan tidak dirayakan. Dan akhirnya Galungan baru dirayakan kembali pada saat Raja Sri Jaya Kasunu memerintah, merasa heran kenapa raja dan para pejabat yang memerintah sebelumnya selalu berumur pendek. Untuk mengetahui sebabnya beliau bersemedi dan mendapatkan pawisik dari Dewi Durgha menjelaskan pada raja, leluhumya selalu berumur pendek karena tidak merayakan Galungan, oleh karena itu Dewi Durgha meminta kembali agar Galungan dirayakan kembali sesuai dengan tradisi yang berlaku dan memasang penjor.

Macam - Macam Galungan

A. Galungan

Di dalam lontar Sundarigama menyebutkan pada Buda Kliwon wuku Dungulan disebut hari raya Galungan.

B. Galungan Nadi

Apabila Galungan jatuh pada bulan Purnama disebut Galungan Nadi, umat Hindu melaksanakan tingkatan upacara yang lebih utama. Berdasarkan Lontar Purana Bali Dwipa bahwa Galungan jatuh pada sasih kapat (kartika) tanggal 15 (purnama) tahun 804 saka Bali bagaikan lndra Loka ini menandakan betapa meriahnya dan sucinya hari raya itu.

C. Galungan Naramangsa.

Dalam Lontar Sanghyang Aji Swamandala mengenai Galungan Naramangsa disebutkan apabila Galungan jatuh pada Tilem Kapitu dan sasih Kasanga rah 9, tengek 9, tidak dibenarkan merayakan hari raya Galungan dan menghaturkan sesajen berisi tumpeng seyogyanya umat mengadakan caru berisi nasi cacahan dicampur ubi keladi, bila melanggar akan diserbu oleh Balagadabah.

Rangkaian Hari Raya Galungan dan Kuningan

Persiapan perayan hari raya Galungan dimulai sejak Tumpek Wariga disebut juga Tumpek Bubuh, pada hari ini umat memohon kehadapan Sanghyang Sangkara, Dewanya tumbuh tumbuhan agar Beliau menganugrahkan supaya hasil pertanian meningkat. Setelah itu wrespati Sungsang adalah hari Sugihan Jawa merupakan pensucian bhuwana agung dilaksanakan dengan menghaturkan pesucian mererebu di Merajan, pekarangan, rumah serta menyucikan alat-alat untuk hari raya Galungan. Besoknya Sukra Kliwon Sungsang disebut hari Sugihan Bali, pada hari ini kita melaksanakan penyucian bhuwana alit, mengheningkan pikiran agar hening, heneng dan metirta gocara. Selanjutnya Redite Paing Dungulan disebut penyekeban.

Pada hari ini adalah hari turunnya Sang Kala Tiga Wisesa, maka pada hari ini para wiku dan widnyana meningkatkan pengendalian diri (anyekung adnyana). Besoknya Soma Pon Dungulan disebut penyajaan pada hari ini tetap menguji keteguhan sebagai bukti kesungguhan melakukan peningkatan kesucian diri seperti yoga semadi. Selanjutnya Anggara Wage Dungulan disebut penampahan melakukan bhuta yadnya ring catur pate atau lebuh di halaman rumah, agar tidak diganggu Sang Kala Tiga Wisesa. Besoknya Buda Kliwon Dungulan disebut Hari Raya Galungan umat Hindu melakukan pemujaan kepada Tuhan dengan segala manifestasi-Nya. Wrespati Umanis Dungulan disebut Manis Galungan, umat saling kunjung-mengunjungi dan maaf-memaafkan. Selanjutnya Saniscara Pon Dungulan disebut pemaridan guru pada hari ini umat melaksanakan tirta gocara, Redite Wage Kuningan disebut ulihan kembalinya Dewa dan Pitara kekahyangan.

Selanjutnya Soma Kliwon Kuningan disebut Pemacekan Agung Dewa beserta pengiringnya kembali dan sampai ketempat masing-masing. Sukra Wage Kuningan disebut Penampahan Kuningan adalah persiapan untuk menyambut hari Raya Kuningan. Besoknya Saniscara Kliwon Kuningan hari Raya Kuningan, pada hari ini umat Hindu memuja Tuhan dengan segala manifestasinya. Upacara menghaturkan saji hendaknya.dilaksanakan jangan sampai lewat tengah hari, mengapa ? Karena pada tengah hari para Dewata diceritakan kembali ke swarga. Kemudian yang paling akhir dari rangkaian hari raya Galungan yaitu Buda Kliwon Pahang disebut pegat uwakan akhir dari pada melakukan peberatan Galungan sebagai pewarah Dewi Durga kepada Sri Jaya Kasunu ditandai dengan mencabut penjor kemudian dibakar, abunya dimasukkan kedalam bungkak gading ditanam di pekarangan.

Makna Hari Raya Galungan dan Kuningan

Dharma dan Adharma Pada hari raya suci Galungan dan Kuningan umat Hindu secara ritual dan spiritual melaksanakannya dengan suasana hati yang damai. Pada hakekatnya hari raya suci Galungan dan Kuningan yang telah mengumandang di masyarakat adalah kemenangan dharma melawan adharma. Artinya dalam konteks tersebut kita hendaknya mampu instrospeksi diri siapa sesungguhnya jati diri kita, manusia yang dikatakan dewa ya, manusa ya, bhuta ya itu akan selalu ada dalam dirinya. Bagaimana cara menemukan hakekat dirinya yang sejati?, "matutur ikang atma ri jatinya" (Sanghyang Atma sadar akan jati dirinya).

Hal ini hendaknya melalui proses pendakian spiritual menuju kesadaran yang sejati, seperti halnya hari Raya Galungan dan Kuningan dari hari pra hari H, hari H dan pasca hari H manusia bertahan dan tetap teguh dengan kesucian hati digoda oleh Sang Kala Tiga Wisesa, musuh dalam dirinya, di dalam upaya menegakkan dharma didalam dirinya maupun diluar dirinya. Sifat-sifat adharma (bhuta) didalam dirinya dan diluar dirinya disomya agar menjadi dharma (Dewa), sehingga dunia ini menjadi seimbang (jagadhita). Dharma dan adharma, itu dua kenyataan yang berbeda (rwa bhineda) yang selalu ada didunia, tapi hendaknyalah itu diseimbangkan sehingga evolusi didunia bisa berjalan.

Kemenangan dharma atas adharma yang telah dirayakan setiap Galungan dan Kuningan hendaknyalah diserap dan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Dharma tidaklah hanya diwacanakan tapi dilaksanakan, dalam kitab Sarasamuccaya (Sloka 43) disebutkan keutamaan dharma bagi orang yang melaksanakannya yaitu :

"Kuneng sang hyang dharma, mahas midering sahana, ndatan umaku sira, tan hanenakunira, tan sapa juga si lawanikang naha-nahan, tatan pahi lawan anak ning stri lanji, ikang tankinawruhan bapanya, rupaning tan hana umaku yanak, tan hana inakunya bapa, ri wetnyan durlaba ikang wenang mulahakena dharma kalinganika".

Artinya:
Adapun dharma itu, menyelusup dan mengelilingi seluruh yang ada, tidak ada yang mengakui, pun tidak ada yang diakuinya, serta tidak ada yang menegur atau terikat dengan sesuatu apapun, tidak ada bedanya dengan anak seorang perempuan tuna susila, yang tidak dikenal siapa bapaknya, rupa-rupanya tidak ada yang mengakui anak akan dia, pun tidak ada yang diakui bapa olehnya, perumpamaan ini diambil sebab sesungguhnya sangat sukar untuk dapat mengetahui dan melaksanakan dharma itu.

Di samping itu pula dharma sangatlah utama dan rahasia, hendaknyalah ia dicari dengan ketulusan hati secara terus-menerus. Sarasamuccaya (sloka 564) menyebutkan :

"Lawan ta waneh, atyanta ring gahana keta sanghyang dharma ngaranira, paramasuksma, tan pahi lawan tapakning iwak ring wwai, ndan pinet juga sire de sang pandita, kelan upasama pagwan kotsahan".

Artinya:

Lagi pula terlampau amat mulia dharma itu, amat rahasia pula, tidak bedanya dengan jejak ikan didalam air, namun dituntut juga oleh sang pandita dengan ketenangan, kesabaran, keteguhan hati terus diusahakan.

Demikianlah keutamaan dharma hendaknyalah diketahui, dipahami kemudian dilaksanakan sehingga menemukan siapa sesungguhnya jati diri kita. (WHD No. 436 Juni 2003).

(sumber : http://www.parisada.org/)


Ada apa dengan bulan Maret 2009 di Bali?


Ada apa dengan bulan Maret 2009 di Bali? Bulan Maret 2009 di BALI, akan ada banyak kegiatan upacara yadnya. Bagi yang berlibur di Bali dan ingin mengetahui kegiatan orang Bali, di bulan inilah waktu yang sangat tepat, sebab hari raya besar hindu di bali akan ada di bulan maret ini.

Ada orang mengistilahkan dengan sebutan BALI( Banyak Libur ), Liburnya bukan berarti jalan - jalan, namun ada kegiatan upacara yang membutuhkan waktu dan menyebabkan kita untuk libur, dan liburnya itu disebut dengan Fakultatif, sebab libur upacara hindu yang di akui oleh negara baru hanya hari raya nyepi saja.


HARI LIBUR
26-03-2009. Hari Raya Nyepi

HARI FAKULTATIF
17-03-2009. Penampahan Galungan
18-03-2009. Hari Raya Galungan
19-03-2009. Umanis Galungan
27-03-2009. Ngembak Geni
28-03-2009. Hari Raya Kuningan



RANGKAIAN KEGIATAN UPACARA YADNYA DI BALI

03-03-2009. Anggar Kasih Julungwangi. Hari ini juga disebut Anggar Kasih Penguduhan yang bertujuan untuk memulai mengadakan pembersihan pada tiap-tiap Parhyangan dalam rangka menyambut hari raya Galungan.

10-03-2009. Purnama.

12-03-2009. Sugihan Jawa. Pada hari ini juga disebut Parerebon, turunlah semua Bhatara ke dunia. Mengaturkan pengeresikan dab canang raka di merajan/paibon.

13-03-2009. Kajeng Keliwon Uwudan.

13-03-2009. Sugihan Bali. Manusia hendaknya memohon kesucian, pembersihan lahir batin kehadapan semua Bhatara. Menghaturkan pengeresikan serta runtutannya di merajan/paibon.

15-03-2009. Hari Penyekeban. Pada hari ini sebaiknya waspada dan hati-hati serta menguatkan iman agar tidak tergoda, kena pengaruh Sang Bhuta Galungan. Penyekeban berarti berusaha untuk menguasai/mengendalikan diri.

16-03-2009. Penyajaan Galungan. Perlu berhati-hati dan mawas diri karena adanya pengaruh dari Sang Bhuta Dunggulan.

17-03-2009. Penampahan Galungan. Pada hari ini dikuasai oleh Sang Bhuta Amengkurat. Oleh karenanya setelah matahari terbenam dialakukan upacara biakala (mabiakala) agar tetap terhindar dari pengaruh Kala Tiganing Galungan yang dilakukan di halaman rumah. Saat ini juga dipasang penjor lengkap dengan segala hiasannya.

Photobucket


18-03-2009. Hari Raya Galungan. Hari ini merupakan peringatan atas terciptanya alam semesta beserta isinya dan kemenangan dharma melawan adharma. Umat Hindu melakukan persembahan kehadapan Sang Hyang Widi dan Dewa/Bhatara dengan segala manifestasinya sebagai tanda puji syukur atas rahmatnya serta untuk keselamatan selanjutnya. Sedangkan penjor yang dipasang di muka tiap-tiap perumahan merupakan persembahan kehadapan Bhatara Mahadewa yang berkedudukan di Gunung Agung.

19-03-2009. Manis Galungan. Melakukan upacara nganyarin/penyucian di merajan/sanggah kemulan yang ditujukan kehadapan Hyang Kawitan dan Leluhur.

21-03-2009. Pemaridan Guru. Kembalinya para Dewa ke Sunyaloka dengan meninggalkan kesejahteraan dan panjang umur pada umatnya. Pada hari ini dilakukan upacara keselamatan, bersembahyang dengan maksud menghaturkan suksma dan mohon penugrahan kerahayuan.

22-03-2009. Ulihan. Pada hari ini menghaturkan canang raka dan runtutannya kehadapan Bhatara-Bhatari. Beliau kembali ke singgasana/Kahyangan masing-masing.

23-03-2009. Pemacekan Agung. Hari ini dilakukan pemujaan terhadap Sang Hyang Widi/Sang Hyang Prameswara dengan menghaturkan upacara memohon keselamatan. Sore hari (sandikala) dilakukan upacara segehan di halaman rumah dan di muka pintu pekarangan rumah yang ditujukan kepada Sang Kala Tiga Galungan beserta pengiringnya agar kembali dan memberi keselamatan.

25-03-2009. Buda Paing Kuningan. Pujawali Bhatara Wisnu.

25-03-2009. Tilem.

Photobucket

26-03-2009. Hari Raya Nyepi. Hari ini melakukan catur brata penyepian dan meditasi

27-03-2009. Penampahan Kuningan.

27-03-2009. Ngembak Geni.

28-03-2009. Hari Raya Kuningan. Pada hari ini menghaturkan sesaji dan persembahan atas turunnya kembali Shang Yang Widi disertai oleh Dewata atau Pitara, mohon keselamatan dunia dengan segala isinya. Upacara dilangsungkan hanya sampai pukul 12.00 ("tajeg surya"), sebab setelah itu para Dewata semuanya kembali ke Suralaya.

(sumber : http://kalenderbali.org/)


Minggu, November 16, 2008

Budaya Sex Unik Di Berbagai Belahan Dunia


Percaya atau tidak, ini dia budaya seks aneh yang bisa dibilang unik dari berbagai belahan dunia. Don’t try this at home!!

1. Pedalaman Irian Jaya
Pasangan yang melakukan hubungan seks di semak-semak hutan akan memberikan tanda dengan 2 buah anak panah yg di tancapkan ke tanah dengan menyilang di sekitar tempat mereka melakukan ML yg artinya di larang mendekati area tersebut ,dan jika ada orang yang nekad mendekat maka akan di panah.

2. Tulung Agung Jawa Timur
Punya keunikan sendiri , yaitu saat mereka melakukan ML gayanya diam seperti patung , pasif sekali ya? Akan tetapi katanya di balik diamnya itu *maaf vaginanya memijit-mijit dengan hebat yang membuat pasangan pria merasakan kenikmatan.

3. Venesia Italy
Sudah menjadi budaya melakukan hubungan seks di lakukan dengan anal seks (lewat anus) , konon katanya salah satu tujuannnya adalah untuk mencegah kehamilan , dan alasan lain katanya karena seks lewat anal lebih kuat cengkeramannya. Padahal seperti sudah umum dibicarakan, seks anal berisiko karena di dalam anus tersimpan berbagai kuman dan virus menular.

4. Bahrain
Seorang dokter pria sah secara hukum untuk memeriksa alat vital wanita (vagina) tetapi dilarang keras secara langsung melihatnya selama pemeriksaan! Mereka hanya diperbolehkan melihatnya melalui cermin.

5. Lebanon
Pria diperbolehkan ‘bercinta atau nge-seks’ dengan binatang! asalkan binatang itu betina. Hukuman mati dikenakan bagi pria yang ketahuan berhubungan dengan binatang jantan.

6. Guam
Ada pekerjaan fulltimer bagi para pria untuk memerawani gadis-gadis atau mengambil perawan seorang gadis! yang membayar mereka untuk melakukan hubungan seks badan pertama kalinya dengan gadis perawan tersebut! Karena Menurut hukum di Guam, wanita yang masih perawan atau virgin dilarang menikah.

7. HongKong
Istri yang dikhianati atau diselingkuhi sah secara hukum membunuh suaminya yang selingkuh. Tetapi hanya dengan menggunakan tangan kosong sedangkan wanita selingkuhannya boleh dibunuh dengan cara apapun.

8. Cali, Kolombia
Wanita hanya diperbolehkan berhubungan badan dengan suaminya, dan pada malam pertama pada saat melakukang hubungan seks sang ibu dari wanita harus berada di dalam kamar untuk menyaksikan adegan seks tersebut.

9. Tokyo, Jepang
Di temukan sebuah rekaman video yang merekam di sebuah perguruan tinggi di Tokyo, memperbolehkan mahasiswa senior melakukan ospek pada para mahasiswi barunya dengan mencabuli dan memperkosa secara masal, disuruh bugil dan berlari-lari di lapangan kampus.


RECENT POSTS

VIEWERS

TOP POSTS

 
readbud - get paid to read and rate articles

.:Mencari Penghasilan Tambahan di Internet:. Copyright © 2010 LKart Theme is Designed by Lasantha